Minggu, 07 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

 



Resume 3 GMLD: Mujiatun, S.Pd.

 


Siapa yang tak kenal dengan sosok motivator dan inspirator Indonesia yang satu ini? Saya merupakan salah satu dari sekian banyak pengagum beliau di tanah air ini. Beliau adalah Bapak ARIS AHMAD JAYA.

Alhamdulillah, beliau hadir langsung di room zoom pada pertemuan ke-3 kegiatan GMLD. Lebih dari seratus peserta dengan penuh semangat mengikuti zoom meeting tersebut. Pak Aris hadir bersama MS.Phia sebagai moderator yang ramah dengan senyum menawan hati. Sehingga menambah antusias para peserta untuk mengikuti paparan materi hingga usai.

Bukan Pak Aris Sanjaya namanya kalau kehadirannya tak mampu “mengehipnotis” para peserta. Demikian halnya pada pertemua kali ini. Meskipun hanya via zoom, tetapi seluruh peserta fokus mengikuti apapun yang disampaikan oleh beliau. Hal ini terlihat pada ekspresi wajah para peserta di kamera masing-masing.

Selain sebagai narasumber, beliau pun merupakan seorang motivator yang luar biasa. Beliau sangat piawai dalam menarik perhatian dan membangkitkan semangat seluruh peserta. Sehingga tidak satu pun peserta yang beranjak untuk meninggalkan ruang zoom. Bahkan, kolom chatt pun ramai oleh pertanyaan dan respon-respon positif dari para peserta.

Oleh karena itulah, saya selalu menyempatkan waktu jika ada webinar dengan narasumber Pak Aris. Bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi saya pun memperoleh “suntikan” energi luar biasa dalam berkarya. Salah satu contoh webinar yang saya ikuti pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Yakni pada kegiatan pertama  "Webinar Guru Motivator Literasi Digital 2021".

Dari webinar itu, saya sangat termotivasi dengan salah satu kata-kata beliau yaitu "Menulis adalah sebuah cara cerdas  untuk menabung pahala selama hidup dan setelah kematian". Rangakain mutiara kata ini benar-benar menyulut semangat saya untuk terus menulis dan berkarya. Karena melalui menulis kita dapat berbagi manfaat, motivasi, dan inspirasi apa pun yang positif

Satu lagi rangkain kata mutiara beliau yang menjadi mood booster bagi saya. Yaitu  "Menulis merupakan sarana untuk memanjangkan usia dari umur". Sungguh, hal ini semakin memantapkan langkah saya untuk selalu mengikuti kegiatan Guru Motivator Literasi Digital ini.

Dan pada kegiatan webinar kali ini Pak Aris lagi-lagi menyulut semangat saya untuk terus berkarya melalui menulis. Sehingga semakin mantap untuk terus menekuni hobi saya yang satu ini.

Pada kegiatan ini Pak Aris menanyakan tentang “BAKAT” kepada seluruh peserta. Hal ini beliau lakukan untuk mengetahui pemahaman para peserta tentang apa itu bakat. Rata-rata peserta menjawab bahwa bakat itu sesuatu kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir.

Oleh sebab itu, Pak Aris menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan seeorang sejak lahir yang harus diasah agar muncul dan berkembang dengan baik. Beliau pun mengibaratkan bakat seseorang tersebut dengan emas 24 karat. Seperti halnya  emas 24 karat, jika masih berbentuk batangan maka emas tersebut tidak akan dipakai oleh seseorang.

Demikian halnya dengan bakat seseorang. Sebesar dan sebagus apapun bakat yang dimiki oleh seseorang, jika tidak digali atau dikembangkan maka tidak akan menjadi potensi apa pun. Oleh sebab itu, kita harus selalu mencoba dan berlatih menulis agar muncul kemampuan kita di bidang menulis, dan lain-lain.

Pak Aris pun menampilkan TES TEMU BAKAT yang dapat dilakukan melalui salah satu alamat di pencarian google. Melalui situs ini  kita dapat mengenal atau menemukan bakat kita sebenarnya di bidang apa.

Berikut TIPS MENEMUKAN BAKAT melalui dunia digital menurut Pak Aris. Yaitu dengan menggunakan 4T (Titi, Tiru, Tambahi, Temu)

1.      TITI (niteni)

Dari banyaknya hal-hal positif di dunia digital, pilih salah satu yang paling menarik dan paling kita  minati. Sebagai contoh: Pak Aris tertarik dengan video-video tentang trik sulap. Beliau mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan video sulap.

 2.      TIRU

Seperti contoh Pak Aris yang tertarik dengan sulap kemudian meniru praktik jempol sulap yang ada di video YouTube. Dengan piawainya beliau menunjukkan praktik sulap tersebut pada zoom meeting tadi.  Walhasil, beliau mampu membuat peserta terpesona dengan atraksi sulapnya.

Kita pun demikian, dapat meniru hal-hal yang membuat kita tertarik. Lalu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di dunia digital seperti YouTube, FB, IG, dan lain-lain sebagai referensi.

3.      TAMBAHI

Menambahkan sesuatu yang menarik pada sesuatu yang sudah kita tiru. Yakni dengan cara belajar dari orang banyak atau sumber di dunia digita, dan lain-lain. Setelah itu, baru kita modifikasi sehingga produk karya kita menjadi sesuatu yang lebih menarik.

 4.      TEMU

Temukan bakat kita sendiri untuk diasah secara konsisten. Sehingga akan menjadi potensi diri yang besar nantinya. Selain itu, temui orang-orang yang ahli sesuai dengan bakat yang kita punya. Orang-orang tersebut misalnya seorang mentor, host, pembicara atau siapapun yang bisa membimbing atau mengarahkan untuk mengembangkan bakat yang ada pada diri kita. 

Pak Aris menyampaikan 3 quotes yang sangat menarik untuk direnungi pada akhir pertemuan

1.   Kita dikenang karena mamberi bukan karena menerima. 

2.   Tetap lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah hidup. 

3.   Cintaila apa yang kita lakukan, lakukan yang kita cintai dan lihatlah keajaiban yang akan terjadi.

Berdasarkan paparan materi Pak Aris kali ini dapat disimpulkan bahwa dunia digital dapat menjadi salah satu media untuk mengenali, menggali, menemukan, dan mengembangkan minat dan bakat seseorang. Oleh sebeb itu, mari kita kenali, gali, temukan, dan kembangkan bakat positif yang kita miliki.

Salam Litersi dari Way Kanan, Lampung!!!

 


Kamis, 04 November 2021

MENGELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK

 

 


Resume GMLD 2: Mujiatun, S.Pd.

 

 



Rasa bahagia dan syukur masih menyelimuti parasaan saya. Menjadi salah satu dari 10.000 Guru Motivator Literasi Digital Indonesia 2021 benar-benar merupakan anugerah luar biasa dari Allah SWT. Untuk itu, malam ini kembali saya mengikuti paparan materi di WA Grup GMLD 3 bersama 256 guru lainnya dari seluruh penjuru Tanah Air.

Materi pada pertemuan ke-2 ini disampaikan oleh narasumber yang tak asing lagi di negeri ini. Yakni Bapak Dedi Dwitagama. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu sebagaian besar kita mengenalnya. Karena narasumber memberikan rekam jejak digitalnya. Baik berupa foto, audio maupun video.

Dengan demikian, otomatis banyak orang yang menggunakan media digital dapat dengan mudah mengakses profil beliau. Demikian halnya Pak Dedi, beliau sering memanfaatkan rekam digitalnya untuk menampilkan dirinya. Baik untuk menginspirasi atau memotivasi audiennya. Selain itu, untuk berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Pak Dedi Dwitagama memaparkan materi tentang “YUK KELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK”. Melalui materi tersebut beliau mengimbau agar kita melakukan interaksi di ruang chat secara terbuka. Sehingga penyampaian materi lebih interaktif. Hal ini tentu berbeda dari penyampaian materi oleh narasumber sebelumnya.

Berdasarkan penjelasan Bapak Dedi Dwitagama, kita secara tidak sadar sering meninggalkan jejak digital selama ini. Baik berupa unggahan foto, video, konten, atau pun aktivitas berbagi pesan. Selain itu, mengunjungi laman situs, memberikan komentar, mengisi data pribadi, internet banking, dan lain-lain.

 


 Menurut Bapak Dedi Dwitagama jejak digital itu meliputi:

1.   Pengertian Jejak Digital

Jejak digital atau digital footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah seseorang beraktivitas di internet. Yakni, segala aktivitas baik tulisan, audio, atau video yang terekam baik secara langsung atau tidak langsung di internet.

 

2.   Bentuk Jejak Digital

Bentuk jejak digital bisa berupa riwayat pencarian, biasanya pada history search browser. Bisa juga berasal dari pesan teks dari aplikasi, foto dan video (termasuk yang sudah dihapus). Atau tagging foto dan video dari orang lain, lokasi yang kita kunjungi, hingga persetujuan akses cookies dalam perangkat.

 


Berdasarkan uraian narasumber di atas, dapat disimpulkan bahwa media digital seharusnya dimanfaatkan untuk lahan amal baik. Yakni, untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. Baik berbagi pengalaman, berbagi cerita, ataupun berbagi pengetahuan.

Sehingga kita dapat memanfaatkan media digital untuk meninggalkan jejak digital yang positif dan bermanfaat. Lebih dari itu, jika rekam jejak digital kita baik maka dapat dimanfaatkan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain. Sehingga orang lain pun akan berbuat baik pula. Dengan demikian, kita akan mewariskan nilai-nilai kebaikan melalui rekam jejak digital kepada generasi penerus bangsa.

Selama ini, cerita tentang orang-orang hebat yang sudah menginspirasi, memotivasi, dan memberikan ilmu kepada banyak orang berlalu begitu saja. Karena hanya diingat dan tidak dicatat atau ditulis. Sehingga anak-cucu dan generasi seterusnya tak dapat mengenali orang-orang hebat tersebut. Karena tidak ada jejak digitalnya yang dapat dibaca atau ditelusuri lagi kisahnya.

Kita tentu tidak mau anak cucu kelak kehilangan jejak orang tua dan nenek moyangnya.  Oleh sebab itulah, Pak Dedi mengajak kita untuk membuat jejak digital sendiri yang positif dan bermanfaat. Sehingga anak cucu kita akan tetap dapat mengenali orang tua dan nenek moyangnya melalui rekam jejak digital yang kita buat.

Pada dasarnya, setiap kita memiliki potensi yang positif. Jika potensi tersebut kita unggah ke media digital, tentu akan bermanfaat bagi orang lain. Karena hal tersebut dapat memotivasi atau pun menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang positif pula.

Marilah kita terus berbagi manfaat dan kebaikan. Yakinlah, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan dan kita bagikan pasti akan ada manfaatnya bagi orang lain. Untuk itu, mari kita tinggalkan jejak digital yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karena, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

 

 

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

 


Resume GMLD 1: Mujiatun, S.Pd.

 


Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya bisa bergabung di WA Grup Guru Motivator Literasi Digital 3. Di grup ini saya bisa berkenalan kepada para guru dari seluruh Indonesia. Lebih dari itu, saya pun dapat bertukaran wawasan, ilmu, dan pengalaman di dunia literasi digital. Hal ini, tentu saja masih cukup asing bagi saya sebagai seorang guru yang bertugas di daerah ujung Provinsi Lampung. Sebuah daerah yang kondisi jaringan internetnya masih sangat kurang bersahabat.  

Namun demikian, tak menyurutkan semangat saya untuk tetap mengikuti kegiatan ini. Baik melalui WA grup maupun mengikuti langsung via zoom. Meskipun dengan risiko harus keluar masuk ruang zoom akibat sinyal kurang kuat.

Kegiatan pertama Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) dimulai pada hari Senin, 1 Nopember 2021. Kegiatan tersebut diawali oleh Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) sebagai narasumber dengan moderator Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd. Omjay menyampaikan materi tentang “MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK”. Materi ini benar-benar sangat menarik buat saya, terlebih sebagai orang tua dan guru.

Ada 4 pilar penting dalam literasi digital yang harus kita kuasai agar dapat menyampaikannya dengan baik kepada peserta didik.

1.       Kecakapan digital

2.      Budaya digital

3.      Etika digital

4.      Keamanan digital.     

Berdasarkan penjelasan Omjay, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menyampaikan hal-hal di atas kepada anak-anak.

1.      Mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital.

2.      Memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital.  

3.      Menyadarkan anak tentang apa saja risiko kejahatan pada anak.

4.      Bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga.

Omjay menjelaskan bahwa anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Oleh karena itu, kita harus mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu waspada terhadap kemungkinan kejahatan digital terjadi. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial. Karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, anak-anak menjadi korban kejahatan media digital.


Orag tua dan guru harus mampu menjadi pemandu bagi anak-anak dan peserta didiknya dalam memanfaatakan teknologi digital. Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli akan bahaya digital yang dapat mengancam anak-anak. Oleh sebab itulah, kita perlu segera memberikan edukasi kepada anak-anak tentang dampak dari pemanfaatan teknogi digital. Hal itulah yang menjadi latar belakang dibentuknya kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) tersebut.

Tanpa disadari, terkadang anak-anak dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya, data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan diperjual belikan di media digital oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.

    


 


 


Berdasarkan data di atas, risiko kejahatan di ruang digital pada anak-anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual, dll.  Oleh karena itu, oang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak terhadap kesehatan psikologisnya.

Selain itu, hal yang harus diwaspadai adalah Grooming, yakni kasus pelecehan seksual pada anak. Kasus ini mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setiap tahunnya. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua dan guru harus  waspada akan hal tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-ahal tersebut, kita harus melakukan 5 tindakan berikut.

1.   Smart: tidak menyebarkan informasi privasi seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah.

2.    Alert: jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal. Hindari phising dengan tidak meng-klik link sembarangan.

3.   Strong: gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas, baik untuk akun maupun gawai. Biasakan menggunakan two step authentication.

4.    Kind: sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan menjadi target kejahatan digital.

5.     Brave: mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital.

Demikian resume dari materi yang disampaikan oleh Omjay, seorang guru blogger Indonesia yang luar biasa semangat literasinya. Materi ini disampaikan oleh beliau kepada 1.500 lebih peserta yang tergabung dalam 6 grup GMLD se-Indonesia.

Semoga resume materi ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan bagi kita untuk selalu waspada dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital. Sehingga kita, baik sebagai orang tua dan guru dapat menerapkan 4 pilar kecakapan literasi digital kepada siswa dan anak-anak di rumah dengan baik dan bijak.


Selasa, 31 Agustus 2021

Pantun Nasihat 1, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)

 

Pantun Nasihat 1, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)

Oleh: Mujiatun, S.Pd.

Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (20 Agustus 2021)

 

 

 

1# IBUKU INSPIRASIKU

Jambu merah bukanlah duku

Masak satu dimakan rusa

Ibu adalah inspirasi hidupku

Teladan hidup sepanjang masa

 

Tangkap belut dengan bambu

Bambu besar harus dibelah

Aku salut kepada ibu

Tak mengeluh walau lelah

 

Buah jambu bukanlah talas

Buah talas enak rasanya

Jasa ibu takkan terbalas

Walau dunia beserta isinya

 

2# KASIH IBU

Ke Malibu membeli markisa

Ke Banjit membeli rambutan

Kasih ibu luar biasa

Setinggi langit sedalam lautan

 

Ke Kotabumi membeli sepatu

Singgah sebentar membeli bakmi

Kasih ibu setiap waktu

Laksana mentari menyinari bumi

 

Sulasih membeli batik halus

Tak lupa membeli talas

Kasih ibu sangatlah tulus

Tak pernah mengharap balas

 

3# IBUKU PAHLAWANKU

Menulis cerita dalam buku

Cerita ditulis dengan tinta

Tiada pahlawan dalam hidupku

Kecuali ibuku yang tercinta

 

Membuat tali dari bambu

Bambu diserut buang daunnya

Marilah berbakti kepada ibu

Ridho Allah ada padanya

 

Anak ayam disambar elang

Dibawa terbang ke sarangnya

Perjuangan ibu tiada kepalang

Jiwa raga menjadi taruhannya

 

4# IBU KEBANGGAANKU

Warna jingga bukan labu

Labu manis ditambah gula

Aku bangga kepada ibu

Sudah  manis cerdas pula

 

Pak Jati memotong bambu

Bambu dipotong dekat kelapa

Hati sayang kepada ibu

Rasa rindu bila tak jumpa

 

Ke Karanglantang membeli duku

Ke pasar Kasui berbelanja

Ibu memang segalanya bagiku

Tempat berkasih dan bermanja

 

 

 

RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 8 SMP KURIKULUM MERDEKA BAB 1 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  Rangkuman materi ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi pelajaran BAB 1 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVA...