Rabu, 10 November 2021

MENCEGAH CYBER BULLYING

 


Resume 4 GMLD: Mujiatun, S.Pd.

 


 

 

Seperti biasa, setiap hari Senin pukul 16.00 WIB sd selesai selalu saya nantikan. Karena pada hari ini merupakan jadwal pelatihan dalam Grup WA Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Indonesia 2021. Seperti biasa pula, pelatihan ini selalu menghadirkan narasumber yang luar biasa menurut saya. Selain prestasi dan karyanya di dunia litersi sudah tak terhitung banyaknya, mereka pun merupakan motivator dan inspirator yang luar biasa di negeri ini.

Salah satu di antara mereka adalah Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. yang lebih akrab disapa dengan Omjay. Beliau kali ini hadir kembali sebagai narasumber pada pertemuan ke-4 pelatihan GMLD 2021. Pada kesempatan ini, 8 November 2021 Omjay membahas materi tentang BULLYING yaitu dengan judul “Yuk Cegah Cyber Bullying”. Tema ini tentu sangatlah menarik bagi saya, terlebih sebagai orang tua sekaligus seorang guru. Omjay memulai paparan materinya dengan membahas pengertian Cyber bullying.

 

 1.    Pengertian Cyber Bullying

Cyber Bullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang. Hal ini sering terjadi pada anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online atau di dunia maya.

 

Cyber bullying ini justru lebih parah dibandingkann dengan tindakan bullying di dunia nyata secara langsung. Karena tindakan bully di dunia nyata biasanya yang tahu hanyalah  orang-orang yang melihat secara langsung. Akan tetapi, pada cyber bully, semua orang yang online dapat menyaksikannya.

Jika tidak ada tindakan segera, hal tersebut akan berakibat fatal bagi perkembangan mental anak-anak dan remaja. Dapat dibayangkan jika anak-anak atau remaja di-bully di media sosial. Yakni dengan kata-kata kasar atau tak senonoh. Tentu semua temannya bahkan mungkin keluarganya akan membaca.

Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran. Hal ini dilakukan oleh seseorang untuk menutupi kekurangannya.

Oleh sebab itu, tindakan bullying ini harus segera diatasi dan diantisipasi. Sebab korban akan mengalami trauma psikologis karena pelaku akan melakukan berulang-ulang. Selain itu, biasanya  pelaku akan menghasut orang lain untuk mengikutinya.

 

2. Cara Mencegah dan Menghentikan Cyber Bullying

     Berikut saran Omjay upaya yang harus dilakukan untuk mencegah tindakan cyber bullying.

a.  Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan.

b.     Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyber bullying akan membuat kita ikut menjadi pelaku.

c. Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya. Selanjutnya, dapat dijadikan sebagai barang bukti saat melapor kepada pihak yang berwenang.

d.     Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblokir pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan ruang chat.

e.  Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip, dan memfitnah dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyber bullying

f.     Jika sudah meresahkan. laporkan kepada pihak yang dipercaya dan berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor kepada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

 


 

3. Penyebab Cyber Bullying

a.   Posting terlalu sering atau terlalu banyak. Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.

b.     Konten postingan yang aneh. Apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully.  Oleh krena itu, sebagai pengguna media sosial sebaiknya tidak mengunggah konten yang dapat mengganggu ketenangan orang lain.

c.     Pintar-pintar memilih teman di sosial media. Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka akan semakin banyak komentar yang datang.

d.      Sembarang bercerita di sosial media. Tidak perlu menceritakan hal-hal yang pribadi dan terlalu prinsip di sosial media.

 

4.    Cara Mencegah Cyber Bullying pada Anak

a.       Edukasi anak. Orang tua dan guru harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyber bullying. Dalam kondisi ini peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan. Karena keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan bagi seorang anak.

b.      Ajari Anak cara menghadapi perundungan. Orang tua dan guru harus mengajari anak cara menghadapi cyber bullying. Agar mereka dapat mengantisipasi akan terjadinya tindak bullying baik secara langsung di dunia nyata maupun secara online.

c.       Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi. Orang tua dan guru sebaiknya memberikan bimbingan kepada anak-anak untuk mengatur privasi di media sosial. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan dunia maya.

Upaya yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa sesuatu yang sudah diposting tidak akan hilang. Oleh sebab itu, anak-anak harus selektif dalam membuat postingan.

Wabah Covid-19 yang melanda dunia, membuat orang semakin akrab dengan dunia maya. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial. Fakta ini tentu saja sangat memungkinkan terjadinya tindak cyber bulying semakin meningkat.

Oleh sebab itu, kita perlu segera melakukan upaya-upaya sebagai pencegahan terjadinya peningkatan tindak cyber bullying. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada media sosial. Saat ini sudah banyak medsos yang memiliki fitur untuk melindungi penggunanya dari cyber bullying.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 6 Mei sampai dengan 6 Desember 2021. Yakni di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti cyber bullying.

Berdasarkan penjelasan Omjay, Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Dalam hal ini, literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Karena literasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi, dan pekerjaannya.  

Pada akhir paparan materinya, Omjay berharap kepada kita sebagai guru dan orang tua agar selalu dapat mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial.  Yakni dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital dan ikut serta dalam mengampanyekan gerakan anti cyber bullying. Dengan demikian, anak-anak dan remaja akan terhindar dari tindak bullying dan semakin bijak dalam bermedia digital.

Salam Literasi dari Way Kanan, Lampung.

Minggu, 07 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

 



Resume 3 GMLD: Mujiatun, S.Pd.

 


Siapa yang tak kenal dengan sosok motivator dan inspirator Indonesia yang satu ini? Saya merupakan salah satu dari sekian banyak pengagum beliau di tanah air ini. Beliau adalah Bapak ARIS AHMAD JAYA.

Alhamdulillah, beliau hadir langsung di room zoom pada pertemuan ke-3 kegiatan GMLD. Lebih dari seratus peserta dengan penuh semangat mengikuti zoom meeting tersebut. Pak Aris hadir bersama MS.Phia sebagai moderator yang ramah dengan senyum menawan hati. Sehingga menambah antusias para peserta untuk mengikuti paparan materi hingga usai.

Bukan Pak Aris Sanjaya namanya kalau kehadirannya tak mampu “mengehipnotis” para peserta. Demikian halnya pada pertemua kali ini. Meskipun hanya via zoom, tetapi seluruh peserta fokus mengikuti apapun yang disampaikan oleh beliau. Hal ini terlihat pada ekspresi wajah para peserta di kamera masing-masing.

Selain sebagai narasumber, beliau pun merupakan seorang motivator yang luar biasa. Beliau sangat piawai dalam menarik perhatian dan membangkitkan semangat seluruh peserta. Sehingga tidak satu pun peserta yang beranjak untuk meninggalkan ruang zoom. Bahkan, kolom chatt pun ramai oleh pertanyaan dan respon-respon positif dari para peserta.

Oleh karena itulah, saya selalu menyempatkan waktu jika ada webinar dengan narasumber Pak Aris. Bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi saya pun memperoleh “suntikan” energi luar biasa dalam berkarya. Salah satu contoh webinar yang saya ikuti pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Yakni pada kegiatan pertama  "Webinar Guru Motivator Literasi Digital 2021".

Dari webinar itu, saya sangat termotivasi dengan salah satu kata-kata beliau yaitu "Menulis adalah sebuah cara cerdas  untuk menabung pahala selama hidup dan setelah kematian". Rangakain mutiara kata ini benar-benar menyulut semangat saya untuk terus menulis dan berkarya. Karena melalui menulis kita dapat berbagi manfaat, motivasi, dan inspirasi apa pun yang positif

Satu lagi rangkain kata mutiara beliau yang menjadi mood booster bagi saya. Yaitu  "Menulis merupakan sarana untuk memanjangkan usia dari umur". Sungguh, hal ini semakin memantapkan langkah saya untuk selalu mengikuti kegiatan Guru Motivator Literasi Digital ini.

Dan pada kegiatan webinar kali ini Pak Aris lagi-lagi menyulut semangat saya untuk terus berkarya melalui menulis. Sehingga semakin mantap untuk terus menekuni hobi saya yang satu ini.

Pada kegiatan ini Pak Aris menanyakan tentang “BAKAT” kepada seluruh peserta. Hal ini beliau lakukan untuk mengetahui pemahaman para peserta tentang apa itu bakat. Rata-rata peserta menjawab bahwa bakat itu sesuatu kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir.

Oleh sebab itu, Pak Aris menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan seeorang sejak lahir yang harus diasah agar muncul dan berkembang dengan baik. Beliau pun mengibaratkan bakat seseorang tersebut dengan emas 24 karat. Seperti halnya  emas 24 karat, jika masih berbentuk batangan maka emas tersebut tidak akan dipakai oleh seseorang.

Demikian halnya dengan bakat seseorang. Sebesar dan sebagus apapun bakat yang dimiki oleh seseorang, jika tidak digali atau dikembangkan maka tidak akan menjadi potensi apa pun. Oleh sebab itu, kita harus selalu mencoba dan berlatih menulis agar muncul kemampuan kita di bidang menulis, dan lain-lain.

Pak Aris pun menampilkan TES TEMU BAKAT yang dapat dilakukan melalui salah satu alamat di pencarian google. Melalui situs ini  kita dapat mengenal atau menemukan bakat kita sebenarnya di bidang apa.

Berikut TIPS MENEMUKAN BAKAT melalui dunia digital menurut Pak Aris. Yaitu dengan menggunakan 4T (Titi, Tiru, Tambahi, Temu)

1.      TITI (niteni)

Dari banyaknya hal-hal positif di dunia digital, pilih salah satu yang paling menarik dan paling kita  minati. Sebagai contoh: Pak Aris tertarik dengan video-video tentang trik sulap. Beliau mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan video sulap.

 2.      TIRU

Seperti contoh Pak Aris yang tertarik dengan sulap kemudian meniru praktik jempol sulap yang ada di video YouTube. Dengan piawainya beliau menunjukkan praktik sulap tersebut pada zoom meeting tadi.  Walhasil, beliau mampu membuat peserta terpesona dengan atraksi sulapnya.

Kita pun demikian, dapat meniru hal-hal yang membuat kita tertarik. Lalu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di dunia digital seperti YouTube, FB, IG, dan lain-lain sebagai referensi.

3.      TAMBAHI

Menambahkan sesuatu yang menarik pada sesuatu yang sudah kita tiru. Yakni dengan cara belajar dari orang banyak atau sumber di dunia digita, dan lain-lain. Setelah itu, baru kita modifikasi sehingga produk karya kita menjadi sesuatu yang lebih menarik.

 4.      TEMU

Temukan bakat kita sendiri untuk diasah secara konsisten. Sehingga akan menjadi potensi diri yang besar nantinya. Selain itu, temui orang-orang yang ahli sesuai dengan bakat yang kita punya. Orang-orang tersebut misalnya seorang mentor, host, pembicara atau siapapun yang bisa membimbing atau mengarahkan untuk mengembangkan bakat yang ada pada diri kita. 

Pak Aris menyampaikan 3 quotes yang sangat menarik untuk direnungi pada akhir pertemuan

1.   Kita dikenang karena mamberi bukan karena menerima. 

2.   Tetap lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah hidup. 

3.   Cintaila apa yang kita lakukan, lakukan yang kita cintai dan lihatlah keajaiban yang akan terjadi.

Berdasarkan paparan materi Pak Aris kali ini dapat disimpulkan bahwa dunia digital dapat menjadi salah satu media untuk mengenali, menggali, menemukan, dan mengembangkan minat dan bakat seseorang. Oleh sebeb itu, mari kita kenali, gali, temukan, dan kembangkan bakat positif yang kita miliki.

Salam Litersi dari Way Kanan, Lampung!!!

 


Kamis, 04 November 2021

MENGELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK

 

 


Resume GMLD 2: Mujiatun, S.Pd.

 

 



Rasa bahagia dan syukur masih menyelimuti parasaan saya. Menjadi salah satu dari 10.000 Guru Motivator Literasi Digital Indonesia 2021 benar-benar merupakan anugerah luar biasa dari Allah SWT. Untuk itu, malam ini kembali saya mengikuti paparan materi di WA Grup GMLD 3 bersama 256 guru lainnya dari seluruh penjuru Tanah Air.

Materi pada pertemuan ke-2 ini disampaikan oleh narasumber yang tak asing lagi di negeri ini. Yakni Bapak Dedi Dwitagama. Siapa yang tak kenal dengan beliau? Tentu sebagaian besar kita mengenalnya. Karena narasumber memberikan rekam jejak digitalnya. Baik berupa foto, audio maupun video.

Dengan demikian, otomatis banyak orang yang menggunakan media digital dapat dengan mudah mengakses profil beliau. Demikian halnya Pak Dedi, beliau sering memanfaatkan rekam digitalnya untuk menampilkan dirinya. Baik untuk menginspirasi atau memotivasi audiennya. Selain itu, untuk berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Pak Dedi Dwitagama memaparkan materi tentang “YUK KELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK”. Melalui materi tersebut beliau mengimbau agar kita melakukan interaksi di ruang chat secara terbuka. Sehingga penyampaian materi lebih interaktif. Hal ini tentu berbeda dari penyampaian materi oleh narasumber sebelumnya.

Berdasarkan penjelasan Bapak Dedi Dwitagama, kita secara tidak sadar sering meninggalkan jejak digital selama ini. Baik berupa unggahan foto, video, konten, atau pun aktivitas berbagi pesan. Selain itu, mengunjungi laman situs, memberikan komentar, mengisi data pribadi, internet banking, dan lain-lain.

 


 Menurut Bapak Dedi Dwitagama jejak digital itu meliputi:

1.   Pengertian Jejak Digital

Jejak digital atau digital footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah seseorang beraktivitas di internet. Yakni, segala aktivitas baik tulisan, audio, atau video yang terekam baik secara langsung atau tidak langsung di internet.

 

2.   Bentuk Jejak Digital

Bentuk jejak digital bisa berupa riwayat pencarian, biasanya pada history search browser. Bisa juga berasal dari pesan teks dari aplikasi, foto dan video (termasuk yang sudah dihapus). Atau tagging foto dan video dari orang lain, lokasi yang kita kunjungi, hingga persetujuan akses cookies dalam perangkat.

 


Berdasarkan uraian narasumber di atas, dapat disimpulkan bahwa media digital seharusnya dimanfaatkan untuk lahan amal baik. Yakni, untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. Baik berbagi pengalaman, berbagi cerita, ataupun berbagi pengetahuan.

Sehingga kita dapat memanfaatkan media digital untuk meninggalkan jejak digital yang positif dan bermanfaat. Lebih dari itu, jika rekam jejak digital kita baik maka dapat dimanfaatkan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain. Sehingga orang lain pun akan berbuat baik pula. Dengan demikian, kita akan mewariskan nilai-nilai kebaikan melalui rekam jejak digital kepada generasi penerus bangsa.

Selama ini, cerita tentang orang-orang hebat yang sudah menginspirasi, memotivasi, dan memberikan ilmu kepada banyak orang berlalu begitu saja. Karena hanya diingat dan tidak dicatat atau ditulis. Sehingga anak-cucu dan generasi seterusnya tak dapat mengenali orang-orang hebat tersebut. Karena tidak ada jejak digitalnya yang dapat dibaca atau ditelusuri lagi kisahnya.

Kita tentu tidak mau anak cucu kelak kehilangan jejak orang tua dan nenek moyangnya.  Oleh sebab itulah, Pak Dedi mengajak kita untuk membuat jejak digital sendiri yang positif dan bermanfaat. Sehingga anak cucu kita akan tetap dapat mengenali orang tua dan nenek moyangnya melalui rekam jejak digital yang kita buat.

Pada dasarnya, setiap kita memiliki potensi yang positif. Jika potensi tersebut kita unggah ke media digital, tentu akan bermanfaat bagi orang lain. Karena hal tersebut dapat memotivasi atau pun menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang positif pula.

Marilah kita terus berbagi manfaat dan kebaikan. Yakinlah, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan dan kita bagikan pasti akan ada manfaatnya bagi orang lain. Untuk itu, mari kita tinggalkan jejak digital yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karena, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

 

 

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

 


Resume GMLD 1: Mujiatun, S.Pd.

 


Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya bisa bergabung di WA Grup Guru Motivator Literasi Digital 3. Di grup ini saya bisa berkenalan kepada para guru dari seluruh Indonesia. Lebih dari itu, saya pun dapat bertukaran wawasan, ilmu, dan pengalaman di dunia literasi digital. Hal ini, tentu saja masih cukup asing bagi saya sebagai seorang guru yang bertugas di daerah ujung Provinsi Lampung. Sebuah daerah yang kondisi jaringan internetnya masih sangat kurang bersahabat.  

Namun demikian, tak menyurutkan semangat saya untuk tetap mengikuti kegiatan ini. Baik melalui WA grup maupun mengikuti langsung via zoom. Meskipun dengan risiko harus keluar masuk ruang zoom akibat sinyal kurang kuat.

Kegiatan pertama Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) dimulai pada hari Senin, 1 Nopember 2021. Kegiatan tersebut diawali oleh Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) sebagai narasumber dengan moderator Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd. Omjay menyampaikan materi tentang “MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK”. Materi ini benar-benar sangat menarik buat saya, terlebih sebagai orang tua dan guru.

Ada 4 pilar penting dalam literasi digital yang harus kita kuasai agar dapat menyampaikannya dengan baik kepada peserta didik.

1.       Kecakapan digital

2.      Budaya digital

3.      Etika digital

4.      Keamanan digital.     

Berdasarkan penjelasan Omjay, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menyampaikan hal-hal di atas kepada anak-anak.

1.      Mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital.

2.      Memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital.  

3.      Menyadarkan anak tentang apa saja risiko kejahatan pada anak.

4.      Bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga.

Omjay menjelaskan bahwa anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Oleh karena itu, kita harus mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu waspada terhadap kemungkinan kejahatan digital terjadi. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial. Karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, anak-anak menjadi korban kejahatan media digital.


Orag tua dan guru harus mampu menjadi pemandu bagi anak-anak dan peserta didiknya dalam memanfaatakan teknologi digital. Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli akan bahaya digital yang dapat mengancam anak-anak. Oleh sebab itulah, kita perlu segera memberikan edukasi kepada anak-anak tentang dampak dari pemanfaatan teknogi digital. Hal itulah yang menjadi latar belakang dibentuknya kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) tersebut.

Tanpa disadari, terkadang anak-anak dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya, data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan diperjual belikan di media digital oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.

    


 


 


Berdasarkan data di atas, risiko kejahatan di ruang digital pada anak-anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual, dll.  Oleh karena itu, oang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak terhadap kesehatan psikologisnya.

Selain itu, hal yang harus diwaspadai adalah Grooming, yakni kasus pelecehan seksual pada anak. Kasus ini mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setiap tahunnya. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua dan guru harus  waspada akan hal tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-ahal tersebut, kita harus melakukan 5 tindakan berikut.

1.   Smart: tidak menyebarkan informasi privasi seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah.

2.    Alert: jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal. Hindari phising dengan tidak meng-klik link sembarangan.

3.   Strong: gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas, baik untuk akun maupun gawai. Biasakan menggunakan two step authentication.

4.    Kind: sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan menjadi target kejahatan digital.

5.     Brave: mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital.

Demikian resume dari materi yang disampaikan oleh Omjay, seorang guru blogger Indonesia yang luar biasa semangat literasinya. Materi ini disampaikan oleh beliau kepada 1.500 lebih peserta yang tergabung dalam 6 grup GMLD se-Indonesia.

Semoga resume materi ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan bagi kita untuk selalu waspada dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital. Sehingga kita, baik sebagai orang tua dan guru dapat menerapkan 4 pilar kecakapan literasi digital kepada siswa dan anak-anak di rumah dengan baik dan bijak.


RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 8 SMP KURIKULUM MERDEKA BAB 1 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  Rangkuman materi ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi pelajaran BAB 1 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVA...